Pada Tanggal 06 Agustus 2024 telah terlaksananya Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) oleh Program Studi S1 Pendidikan IPS  STKIP Al Makum dibuka oleh MC Saudari  Nia Daniati, S.Pd  dan Pembukaan Laporan  oleh Kepala Prodi Pendidikan IPS Bapak  Kahar Mashuri S.Sos.I,.M.Si Kemudian dilanjutkan dengan kata  sambutan oleh Wakil Ketua I STKIP Al Maksum , Bapak Edi Suprayetno, M.Pd .

Kegiatan dilaksanakan di ruang Rapat Gedung Putih STKIP Al Maksum pada pukul 09.00 WIB. Sebelum acara di lanjutkan Doa Pembuka Acara yang dibacakan oleh Bapak Deni Hartanto S.Pd MA dilanjutkan dengan paparan atau  Presentasi Draft Kurikukum Prodi Pendidikan IPS Oleh Kaprodi Pendidikan IPS STKIP Al Maksum Bapak Kahar Mashuri S.Sos.I,.M.Si  dan dilanjutjan diskusi oleh moderator yaitu Bapak Zulham Siregar S.Pd, MA  yang berkaitan dengan Pemutakhiran Kurikulum S1 Pendidikan IPS  STKIP Al Makum yang berfokus pada kriteria, peluang kerja, dan tantangan pada Pendidikan di Kabupaten Langkat.

Dilanjutkan dengan diskusi pertama oleh narasumber (Stakeholder) dari Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat Bapak Raden Arie Sandriawan Wijaya S.Kom mengenai Besarnya Peluang Kerja bagi program studi Pendidikan IPS, dan tantangan kedepannya bagi program studi Pendidikan IPS berupa dengan terjadinya Perubahan Kurikulum Prodi Pendidikan IPS harus bisa menyesuaikan perkembangan dan dinamika kebutuhan masyarakat..

Berikutnya dilanjutkan dengan diskusi oleh narasumber (Mitra) dari SMP Negeri 1 Stabat yaitu Ibu Nova Afroditha, S.Pd  mengenai Pengalaman Menjadi Seorang Guru dan pentingnya Semangat meraih yang terbaik untuk masa depan dan Kemampuan pendidik sangat baik jika menggunakan model Pembelajaran Berbasis Edutainment, Menurut beliau dapat menjadi penentu apakah siswa akan termotivasi dalam belajar atau tidak selanjutnya  peserta didik  harus bisa mencermati kebenarannya  Informasi yang  menyebar dengan cepat melalui media sosial.  

Selanjutnya diskusi oleh narasumber Utama kita dari Universitas Negeri Medan Bapak Dr. Deny Setiawan, M.Si (Wakil Direktur 1 PPS Universitas Negeri Medan) Mengenai Perguruan tinggi Menyiapkan SDM untuk Era INDUSTRY 4.0 DAN SOCIETY 5.0. Prioritas utama di perguruan tinggi dalam 5 tahun ke depan adalah penciptaan SDM unggul pemimpin masa depan dan Proses utamanya adalah pembinaan, pembelajaran, pencetakan karakter mahasiswa perguruan tinggi. Beliau juga menyampaikan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, terampil, kompeten, dan menjadi warga negara yang demokratis,bertanggung jawab (mahasiswa cinta Indonesia dan Pancasila), dan berbudaya untuk kepentingan bangsa.


Untuk mencapai itu semua harus melakasnakan  dengan 6 C for  HOTS (Communication, Collaboration,  Compassion, Critical thinking, Creative thinking, computation logic),  Adaptive, Flexible, Leadership, Reading Skill, Writing Skill, himbauan penambahan SKS Bahasa Inggris dan IT Skills.  dan didalam Kurikulum menggunakan Literasi Bahasa, Teknologi, Informasi & Data dan Manusia.

Berikutnya dilakukan sesi tanya jawab yang diawali oleh Dosen Program Studi S1 Pendidikan IPS  Bapak Muhammad Fadli M.Pd kepada para narasumber terkait peningkatan metode yang telah diajarkan dan bagaimana cara untun mendesain  agar kami mendaptkan hasil yang lebih baik yang sesuai dengan Visi dan Misi Prodi pendidikan IPS  yaitu penciptakan Program Studi yang uanggul dalam bidang Pendidik Berbasis Layanan Sosial yang kemudian dijawab oleh Bapak Dr. Deny Setiawan, M.Si berisikan pentingnya peningkatan fondasi sistem berpikir pada mahasiswa , bukan Hanya Materi saja yang diajarkan namun Prekatek atau Projectnya juga harus diberikan dan dilaksankan.

Pertanyaan kedua olehKetua Lembaga Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) STKIP Al Maksum Bapak Fernando De Napoli Marpaung S.Pdi M.Pd . Berkaitan dengan BMKM yaitu  Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan yang disingkat AMSP. Sebelumnya bahwasannya STKIP Al Maksum telah melaksankan kegiatan  tersebut selama 2 tahun atau 2 angkatan. Salah satu kendala utama yang kami dihadapi dari Perguruan tinggi  dalam implementasi AMSP adalah Mata kuliah yang di Merger dengan Kegiatan AMSP  tidak sesuai, dikarenakan mata kuliah yang di merger adalah mata kuliah Khusus Prodi yang sangat penting bagi mahasiswa tersebut, dijawab oleh Bapak Dr. Deny Setiawan, M.Si tentang MBKM atau AMSP sering menjadikan kendalah atau masalah baru bagi Prodi ataupun perguruan tinggi akantetapi kita harus menyikapinya dengan penyesuaian kegiatan BMKM tersebut, dengan cara mata kuliah yang akan di ampuh pada semester tersebut adalah matakuliah yang berkaitan dengan Kegiatan BMKM ata AMSP tersebut. Masukan dari Bapak Bapak Edi Suprayetno, M.Pd  bahwa kegiatan BMKM atau AMSP harus sangat Kita Jaga dan sesuikan dengan keperluan Perguruan Tinggi.